facebook pixel

Detail Article

Gak Cuma Nabung Buat Liburan, Kini Saatnya Nabung DP Hunian!

saatnya cicil uang muka hunian!

Siapa sih yang tidak suka traveling? Pastinya hampir semua orang menyukai kegiatan yang satu ini. Traveling memang jadi solusi terbaik untuk menghilangkan stres dan penat setelah melakukan aktifitas sehari-hari, misalnya bekerja. Setidaknya orang melakukan traveling atau berpergian minimal dua kali dalam setahun. Destinasinya bisa ke luar atau di dalam negeri, menyesuaikan budget yang ada.

Bagi Anda yang hobi traveling, sah-sah saja melakukan kegiatan asyik yang satu ini. Tapi, tetap harus memperhatikan batasan pengeluaran per bulannya agar Anda bisa memiliki sesuatu yang lebih berguna, yaitu hunian.

Banyak orang yang mengeluhkan bahwa harga rumah saat ini sangatlah tinggi dan lokasinya pun cenderung jauh dari pusat kota. Nah, apabila Anda mencari hunian yang strategis dengan harga terjangkau, solusinya adalah Anda bisa memilih apartemen.

Kementrian PUPR: 25 Juta Keluarga Indonesia Tak Punya Hunian!

Namun, berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2015, sedikitnya 25 juta keluarga di Indonesia hingga saat ini tak bisa membeli hunian. Jumlah ini setara dengan 40% dari total penduduk Indonesia.

Dan ironisnya, menurut laporan Global Travel Economy tahun 2015 lalu, hampir setengah (46%) masyarakat Indonesia mengaku akan meningkatkan anggarannya untuk berlibur. Alasannya, mereka merasa liburan adalah sesuatu yang berhak mereka dapatkan.

Hasil penelitian ini tentu berbanding terbalik dengan banyaknya masyarakat Indonesia yang mengaku tak bisa membeli hunian baru, karena terkendala urusan uang muka yang dianggap terlalu besar. Padahal mereka bisa menyisihkan uang liburan untuk menabung uang muka hunian idaman.

Mirisnya lagi, hobi traveling lebih banyak dianut oleh generasi Y (lahir 1980-1999) yang seharusnya sudah memprioritaskan rumah tinggal sebagai tujuan hidup.

Padahal, usia produktif mestinya menjadi masa yang paling baik untuk mencicil rumah. Contohnya kisaran usia 22 sampai 26 tahun. Sehingga diharapkan, pada usia 28 sampai 30 tahun uang muka yang dibutuhkan sudah terkumpul dan siap mengajukan KPR atau KPA.

Uang Muka Masih Jadi Kendala.

Uang muka jadi momok bagi yang berniat membeli hunian dengan cara kredit. Artinya, pihak bank hanya bersedia mencairkan kredit yang besarannya maksimal 70% dari harga hunian. Misalnya, jika Anda ingin membeli apartemen dikisaran harga Rp 300 juta, maka Anda wajib menyiapkan uang muka sebesar Rp 90 jutaan.

Aturan ini yang membuat calon pembeli merasa lebih baik berlibur daripada membeli hunian. Karena pengetatan aturan kredit oleh BI (Bank Indonesia) tentang besaran uang muka (down payment/DP) dinilai terlalu besar.

Kesulitan ini ternyata dibaca oleh developer. Sehingga Anda tak perlu khawatir dengan tingginya besaran uang muka hunian yang dipatok, karena developer menawarkan skema uang muka dicicil!

(Cicilan 2.5 Juta, DP Olympic Residence yang bayar!)

Lho memang bisa DP dicicil? Ya, tentu saja bisa! Karena Anda sama saja ‘menabung’ uang muka dulu tapi di saat bersamaan sudah mendapat kepastian memiliki unit yang hendak Anda beli. Untuk panjang cicilannya tergantung dari kebijakan developernya, misalnya cicilan DP bisa mulai dari 10 - 15 kali.

Dikutip dari Duitpintar, berikut beberapa fakta mengenai program uang muka dicicil!

Cicilan DP Itu Inisiatif dari Developer.

Program ini merupakan siasat dari developer untuk mengakali kebijakan pengetatan uang muka hunian dari Bank Indonesia. Tawaran ini diharapkan dapat meringankan pembeli properti setelah tahu besaran uang muka yang dipatok relatif tinggi. Jadi Anda tak perlu khawatir lagi untuk memboyong hunian impian!

Besaran cicilan dan berapa lama waktu cicilan biasanya tergantung kesepakatan antara pembeli dan developer. Nah, cara mencicil uang muka hunian ini bisa disebut kredit in-house. Kredit ini berbeda dengan KPR (kredit pemilikan rumah) atau KPA (kredit pemilikian apartemen).

Dalam kredit in-house, developer menjadi inisiator. Developer akan memberi kemudahan bagi calon pembelinya untuk mencicil uang muka sebelum akad kredit.

Misalnya, Anda akan membeli apartemen tipe Studio di Olympic Residence Sentul seharga Rp 300 juta dengan cara kredit. Nah, HK Realtindo sebagai developer apartemen akan menawarkan cicilan untuk uang muka sebesar 30% atau Rp 90 juta.

Kemudian Anda pun membaca skema tersebut sebagai berikut:

  • Tanda jadi (booking fee) dibayar di hari pertama.
  • Cukup lunasi 50% uang muka yang dibayarkan pada hari ke-15. Artinya Anda hanya bayar Rp 45 juta saja.
  • Sisa uang muka sebesar 50% bisa diangsur selama 12 bulan yang dibayar tiap akhir bulan.
  • Angsuran uang muka sudah lunas sebelum akad kredit.

Dengan pembayaran seperti ini, Anda tak harus pusing menyiapkan Rp 90 juta di periode awal mengajukan kredit. Cukup hanya separuhnya saja, Anda sudah bisa ‘membeli rumah’ yang diidamkan.

Lalu bagaimana jika Anda membatalkan pembelian hunian? Apakah uang muka akan dikembalikan? Ya, Anda boleh membatalkannya dan uang muka akan dikembalikan secara penuh oleh developer. Klaim ini biasanya sudah tertera dalam klausul perjanjian antara developer dengan pembeli.

Keuntungan Lain dari Mencicil Uang Muka.

Sebenarnya manfaat utama dari mencicil DP ini adalah agar pembeli mendapat keringanan dari keharusan menyiapkan uang muka yang relatif tinggi. Cuma efek samping positif lainnya yang bisa didapat yaitu kenaikan harga properti! Pembeli bisa ‘menikmati’ kenaikan harga terkini propertinya.

Praktik ini sudah sering diterapkan investor yang tertarik di sektor properti. Penawaran cicilan DP menandakan berinvestasi di properti tak selalu membutuhkan modal besar. Cukup dengan dana terbatas dan lewat cicilan pula, seseorang bisa punya properti di suatu lokasi.

Bagaimana, menarik bukan? Sekali lagi, dengan adanya program ini Anda tak perlu khawatir untuk membeli hunian idaman! Anda bisa ”menunda” terlebih dulu hobi traveling dan mulai menyisihkan sepertiga dari pendapatan perbulan untuk menabung uang muka.

Namun, bila Anda masih merasa kesulitan mengumpulkan uang muka dalam waktu maksimal dua tahun, masih ada beberapa cara yang wajib dicoba untuk menambah penghasilan dan pundi-pundi tabungan. Misalnya coba berinvestasi emas, reksadana saham, atau yang lainnya.

whatsapp phone sms telegram