facebook pixel

Detail Article

Generasi Milenial Sulit Menabung? Ini Alasannya

gaya hidup generasi milenial sehingga sulit menabung

Generasi milenial lahir di zaman yang terbilang “canggih”. Dengan tersedianya internet, tv berwarna, gadget, dan teknologi canggih lainnya menjadikan generasi ini memiliki gaya hidup berbeda dengan generasi sebelumnya. Salah satu yang perbedaan yang palig mencolok adalah cara mengatur uang.

Dikenal dengan kebiasaan hidup boros dan konsumtif, mungkin menabung adalah hal yang paling sulit dilakukan oleh generasi ini. Riset yang dilakukan George Washington Global Financial Literacy Excellence Center terhadap 5500 milenial menunjukkan bahwa hanya 24% yang mengerti prinsip dasar keuangan.

Dalam studi tersebut, terungkap bahwa generasi milenial lebih memilih menghabiskan pundi kekayaannya untuk traveling dan belanja dibanding membeli sebuah apartemen atau produk dengan nilai investasi. Maka tak heran jika banyak pakar ekonomi yang memprediksi bahwa generasi milenial tak bisa punya hunian dalam 5 tahun ke depan.

Lalu, apa yang menjadikan kaum milenial susah menabung?

Olympic Residence Sentul telah merangkum alasan dan kesalahan utama milenial dalam mengelola keuangannya.

#1 Biaya Lebih Untuk Sewa Tempat Tinggal

Kebanyakan milenial bekerja di perkotaan. Dengan alasan kenyamanan dan efisiensi, mereka rela merogoh kocek dalam untuk membayar sewa tempat tinggal. Padahal, kesalahan tersebut seharusnya bisa dihindari. Daripada untuk sewa tempat tinggal, Anda bisa membeli apartemen di kota penyangga yang tentunya lebih murah, seperti apartemen di Bogor. Inilah salah satu manfaat pentingnya edukasi properti untuk generasi milenial.

Apartemen di Bogor bisa jadi solusi untuk Anda. Lokasinya strategis dan dekat Ibukota, ini akan sangat mendukung mobilitas Anda.

#2 Makan di Restoran

Dengan alasan cepat, praktis, dan mudah menjadikan milenial lebih memilih untuk makan di luar rumah. Jika dihitung, pengeluaran untuk makan di restoran cepat saji bisa menghabiskan Rp 50.000 hingga Rp 100.000 sekali makan. Kalau Anda makan di restoran tersebut 5 kali seminggu, minimal Anda menghabiskan Rp 250.000. Berarti dalam sebulan, generasi milenial bisa menghabiskan Rp 1.000.000 hingga Rp 2.000.000 untuk makan atau nongkrong saja. Angka yang cukup fantastis bukan?

#3 Nongkrong di Café Hits

Café seringkali jadi tempat ‘nongkrong’ bersama teman-teman. Generasi milenial yang ‘melek teknologi’ juga tak segan merogoh kocek dalam untuk nongkrong di tempat hits. Alasan gengsi serta didukung dengan media sosial yang secara gamblang membagikan experience orang lain, sehingga Anda mungkin saja tergoda untuk coba mencicipi atau nongkrong ditempat tersebut.

#4 Travelling

Leisure dan travelling juga seringkali menjadi alasan generasi milenial tidak dapat menabung. Sah-sah saja jika Anda ingin sekedar berlibur dengan keluarga, tapi sebaiknya juga pertimbangkan kondisi keuangan.  Prioritaskan tabungan jangka tua atau cicilan hunian dibandingkan dengan travelling yang bisa dibilang kesenangan sesaat.

#5 Tidak Punya Dana Darurat

Fungsi dana darurat adalah sebagai cadangan bila ada keperluan mendadak. Mungkin saja setelah travelling dan nongkrong ternyata uang Anda habis begitu saja, nah Anda bisa memanfaatkan dana darurat ini. Anda bisa mencicil dana darurat tiap bulan dengan menyisihkan 20% dari pendapatan kita.

#6 Besarnya Hutang Kredit

Hampir semua orang pada dasarnya memiliki utang. Tapi, hutang kartu kredit adalah yang paling beracun karena tingginya bunga yang diberikan. Belum lagi jika Anda sering terlambat membayar tagihan, ini akan mempersulit Anda ketika mengajukan kredit apartemen atau KPA.

#7 Tidak Menabung Untuk Masa Pensiun

Mungkin generasi milenial berpikir masa pensiun masih dua puluhan tahun lagi, sehingga tidak perlu menyisihkan uang dari sekarang. Justru ini kesalahan besar! Dengan menyisihkan dana pensiun sejak dini, Anda akan mendapat hasil tabungan 2x lipat di masa mendatang.

Ternyata banyak sekali alasan mengapa milenial susah menabung. Intinya, menerapkan gaya hidup yang salah dapat berefek buruk di kemudian hari. Yuk, coba berhemat dan alokasikan uang untuk membeli apartemen dan aset investasi. Happy Trying!

Related Posts:

Pentingnya Manfaat Edukasi Properti untuk Generasi Millenial

Pentingnya Manfaat Edukasi Pro...

Saat ini masih banyak orang yang belum memahami pentingnya edukasi properti, khususnya bagi generasi milenial. Generasi milenial adalah sebuah istilah untuk menyebutkan sebuah generasi yang lahir pada tahun antara tahun 1980 s...

Terungkap! Ini Faktor Pemicu Generasi Milenial Akan Sulit Punya Hunian

Terungkap! Ini Faktor Pemicu G...

Telah masuk ke usia produktif, membuat generasi milenial mulai menjadi mangsa pasar segar bagi dunia properti. Dengan usia yang relatif muda, yakni dibawah 34 tahun, generasi milenial dinilai sedang dalam masa ‘pencarian...

whatsapp phone sms telegram