facebook pixel

Detail Article

Jangan Percaya! Ini 7 Mitos yang Bisa Menghambat Anda Membeli Hunian!

Ini 7 Mitos yang Bisa Menghambat Anda Membeli Hunian

Siapa sih yang tidak mau memiliki hunian sendiri? Karena harganya yang tergolong tinggi, Anda pasti memiliki banyak pertimbangan sebelum memilih hunian, baik itu rumah tapak ataupun apartemen. Anda pun pastinya sudah melakukan riset kecil-kecilan baik lewat internet maupun rekomendasi kerabat.

Memiliki hunian sejak dini juga menjadi impian banyak orang. Sayangnya, beberapa masih merasa ragu untuk membeli rumah ataupun apartemen karena terlanjur percaya dengan mitos-mitos yang beredar di masyarakat hingga akhirnya menunda membeli hunian.

Penasaran dengan mitos apa saja yang bisa menghambat seseorang membeli hunian? Yuk, simak ulasannya di bawah ini.

Mitos: Beli Hunian Setelah Menikah

Banyak yang beranggapan kalau membeli hunian setelah menikah lebih meringankan karena anggarannya bisa dibagi berdua. Memang tidak ada yang salah dengan hal ini. Hanya saja, bukankah lebih menenangkan jika Anda dan pasangan sudah tau kemana harus ‘pulang’ setelah menikah nanti?

Mitos: Kredit Hunian = Hutang

Baik KPA (Kredit Pemilikan Apartemen) maupun KPR (Kredit Pemilikan Rumah), keduanya sama-sama produk perbankan yang memudahkan masyarakat agar lebih cepat memiliki hunian. Namun, hal ini bukan berarti Anda menambah hutang. Mengambil program KPA/KPR bisa diibaratkan sebagai menabung.

Mitos: Prosesnya Rumit

Membeli properti memang tidak semudah membeli permen ya, sobat Olympic. Karena harganya yang bisa sampai selangit, proses transaksinya pun akan lebih panjang dibanding membeli barang biasa. Hal ini tak lain bertujuan untuk melindungan hak dari masing-masing pihak, baik pembeli maupun penjual.

Dan Anda pun tidak perlu takut ‘ribet’ dengan panjangnya proses transaksi ini, karena pengembang akan membantu Anda dengan memberikan segala fasilitas untuk mengurus berbagai dokumen yang diperlukan.

Mitos: Investasi Tidak Likuid

Memang, keuntungan investasi properti tidak bisa didapatkan secara instan. Diperlukan waktu yang cukup lama agar properti bisa terjual atau tersewa.

Tapi, tahukah Anda bahwa investasi properti merupakan salah satu jenis investasi yang aman dengan tingkat keuntungan yang relatif stabil, bahkan meningkat. Ini artinya, semakin lama Anda menahan sebuah properti, maka akan semakin mahal pula harganya.

Mitos: Lokasi Adalah yang Terpenting

Lokasi merupakan salah satu faktor yang paling diperhatikan saat seseorang hendak membeli hunian. Ingat, bukan hanya lokasi yang menjadi penentu faktor kenyamanan sebuah hunian. Beberapa hal penting lain yang harus Anda perhatikan adalah kondisi lingkungan, tingkat keamanan, kemudahan akses, serta ketersediaan fasilitas umum.

Mitos: Harus Siapkan DP 30% dari harga Hunian

Jangan percaya dengan mitos yang satu ini ya! Faktanya, pemerintah sudah menetapkan bahwa minimal DP yang harus disiapkan untuk membeli hunian, baik rumah ataupun apartemen, adalah 15% - 20%.

Bahkan di Olympic Residence Sentul, Anda bisa memiliki unit apartemen hanya dengan DP 5% lho! Jadi, jika harga apartemen adalah 300 jutaan, maka Anda hanya perlu menyiapkan dana sekitar 15 jutaan.

Mitos: Beli Hunian Harus Bermodal Besar

Memang benar, harga properti selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Faktor ini terkadang membuat banyak orang pesimis untuk membeli hunian, apalagi jika pendapatan bulanan masih pas-pasan.

Faktanya, Anda tak harus selalu bermodal besar untuk bisa memiliki hunian yang layak dan nyaman. Dengan melakukan penelusuran lebih jauh, Anda pasti akan menemukan hunian yang pas dengan budget.

Salah satunya adalah apartemen Olympic Residence Sentul. Apartemen di Bogor ini bisa Anda miliki hanya dengan modal 300 jutaan dan cicilan 2 jutaan. Ringan sekali bukan?

Itulah beberapa mitos  dalam membeli hunian. Bagaimana, masih ragu untuk booking hunian idaman mulai sekarang?

whatsapp phone sms telegram