facebook pixel

Detail Article

Nikmati Hidup Nyaman Bebas Macet di Apartemen Berkonsep TOD

olympic residence - transit oriented development

Tingginya frekuensi penggunaan kendaraan pribadi dapat memicu masalah kemacetan yang terjadi di kota-kota besar di Indonesia. Seperti yang kita tahu, banyak daerah yang belum terlihat mengusung konsep integrasi sistem transportasi kota. Beberapa upaya pemecahan masalah transportasi ini masih terfokus dalam peningkatan kapasitas jaringan jalan.

Padahal paradigma kota-kota besar di dunia dalam mengatasi masalah ini sudah mulai bergeser menuju strategi inovatif melalui penerapan konsep yang mengedepankan integrasi antara penggunaan lahan dengan transportasi. Salah satu solusi tercepatnya adalah pengembangan kota dengan mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD).

Tahukah Anda, bahwa konsep TOD ini telah menjadi tren di kota-kota besar dunia. Khususnya seperti Tokyo (Jepang), Seoul (Korea), Hongkong dan Singapura yang memanfaatkan kereta api cepat serta beberapa kota di Amerika Serikat dan Eropa.

Apa sih konsep Transit Oriented Development itu?

Menurut Wikibuku, Transit Oriented Development atau biasa disingkat TOD merupakan salah satu program pengembangan kota yang mengadopsi tata ruang campuran dan memaksimalkan penggunaan angkutan massal seperti Busway, MRT, LRT, serta dilengkapi jaringan pejalan kaki/ sepeda.

Dengan demikian, masyarakat yang akan beraktifitas akan didominasi dengan menggunakan angkutan umum. Dan juga, tempat perhentian angkutan umum mempunyai kepadatan relatif tinggi, biasanya dilengkapi dengan fasilitas parkir, khususnya parkir sepeda.

Lalu apa ciri-ciri Transit Oriented Development?

Selain bisa mencapai tujuan dengan mudah hanya dengan berjalan kaki atau bersepeda, ada beberapa ciri lain dari konsep tata ruang kota Transit Oriented Development ini, yaitu:

1. Penggunaan ruang campuran yang terdiri dari pemukiman, perkantoran, serta fasilitas pendukung.

2. Kepadatan penduduk tinggi, ditandai dengan bangunan apartemen atau condominium.

3. Tersedia pusat perbelanjaan.

4. Fasilitas kesehatan, pendidikan, hiburan, olahraga dan perbankan.

5. Memiliki stasiun kereta api sebagai ciri utama dari pusat kota.

Dengan konsep penataan baru seperti ini, tentunya akan sangat memudahkan Anda dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Apalagi bagi Anda yang memiliki hunian/ apartemen berada di daerah padat penduduk serta frekuensi kendaraan tinggi. Pasti akan banyak hal yang dapat menghambat aktifitas Anda, salah satunya kemacetan.

Apa saja manfaat Transit Oriented Development?

Pengembangan tata ruang kota ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pemakaian kendaraan pribadi hingga 85% yang cenderung meningkat di kota-kota besar Indonesia.

Selain itu dikutip dari tod.org, ada beberapa manfaat lainnya, yaitu:

1. Kualitas hidup lebih tinggi dengan tempat yang lebih baik

2. Penumpang angkutan umum meningkat

3. Mengurangi kemacetan lalu lintas, kecelakaan mobil dan cedera

4. Pengeluaran untuk kebutuhan hidup lebih terjangkau

5. Gaya hidup sehat dengan lebih banyak berjalan kaki

6. Nilai properti lebih tinggi dan lebih stabil

7. Sangat mengurangi ketergantungan bahan bakar, polusi dan kerusakan lingkungan

8. Meningkatkan kemampuan untuk mempertahankan daya saing ekonomi

olympic residence - manfaat transit oriented development

Salah satu daerah yang sudah mulai membangun konsep TOD ini adalah kawasan Sentul, Bogor. Pasalnya, di area ini sudah banyak dibangun apartemen, sesuai dengan ciri-ciri konsep tata ruang TOD nomor 2 yang sudah disebutkan di atas. Tak hanya apartemen, di sini juga akan ada jalur moda transportasi LRT (Light Rapid Transit) yang sedang dalam pembangunan dan menghubungkan antara Bogor hingga Jakarta.

Salah satu apartemen di sentul yang berada di kawasan tata ruang TOD ini adalah apartemen Olympic Residence.

Mengapa apartemen Olympic Residence?

Karena apartemen ini berada di kawasan hijau Olympic CBD dan sangat memenuhi beberapa ciri-ciri TOD yang sudah disebutkan di atas, yaitu:

1. Karena berada di area CBD (Central Business District), Olympic Residence dekat dengan kawasan pemukiman dan juga perkantoran multinasional.

2. Meskipun kepadatan penduduk di Sentul belum terlalu tinggi, namun di daerah ini sudah dibangun apartemen dan condominium untuk mengantisipasi menyusutnya lahan. Salah satunya dibangun apartemen Olympic Residence.

3. Apartemen ini mengusung konsep One Stop Living, jadi Anda tidak perlu khawatir jauh-jauh membeli kebutuhan hidup karena semua sudah tersedia di apartemen Olympic Residence.

4. Berbagai fasilitas lain juga tersedia baik di dalam apartemen maupun disekitarnya. Seperti fasilitas kesehatan, pendidikan, hiburan, olahraga dan perbankan.

Karena konsep TOD cenderung untuk memaksimalkan pemakaian kendaraan umum, Olympic Residence dibangun di wilayah yang terintegrasi dengan stasiun LRT (Light Rapid Transit)! Tak hanya itu, tersedia juga angkutan umum lainnya seperti shuttle bus.

Bagaimana? Menarik, bukan? Anda tidak perlu khawatir lagi terlambat ke tempat kerja karena alasan macet! Jika Anda menggunakan kendaraan pribadi, Olympic Residence juga hanya selangkah ke gerbang tol Sirkuit Sentul dan langsung terintregasi dengan tol Jagorawi.

Jadi, apa yang lebih menyenangkan dari ini? Memiliki apartemen di kawasan dengan tata ruang Transit Oriented Development, bebas macet, kebutuhan hidup tersedia dalam satu area, serta pemandangan yang sejuk, nyaman dan indah bebas polusi.