facebook pixel

Detail Article

Terungkap! Ini Faktor Pemicu Generasi Milenial Akan Sulit Punya Hunian

faktor penghambat milenial tak punya rumah

Telah masuk ke usia produktif, membuat generasi milenial mulai menjadi mangsa pasar segar bagi dunia properti. Dengan usia yang relatif muda, yakni dibawah 34 tahun, generasi milenial dinilai sedang dalam masa ‘pencarian rumah.’ Selain itu, jumlah generasi milenial Indonesia saat ini sangat besar, yaitu mencapai 60%.

Disaat sandang, pangan, dan papan dinilai menjadi sebuah kebutuhan primer bagi masyarakat, generasi milenial diprediksi akan kesulitan untuk memiliki hunian dalam beberapa tahun kedepan. Hal ini tentu memiliki alasan tersendiri.

Sebenarnya, ada beberapa faktor pemicu mengapa generasi milenial akan sulit punya rumah. Pastinya tidak mau kan hal ini terjadi pada Anda di masa depan? Untuk itu, yuk kenali apa saja sih faktor penghambatnya.

1. Melemahnya perekonomian dalam negeri

Perekonomian dalam negeri berperan penting untuk kesejahterahan masyarakat. Meski dalam waktu dekat pereknomian domestik diprediksi akan mengalami peningkatan, namun tetap masih dibawah ekspektasi yang diharapkan. Hal ini akan berimbas pada penurunannya tingat pemasukan atau income yang dialami oleh generasi ini. Dalam setahun, diperkirakan generasi milenial akan mendapatkan peningkatan gaji sebesar 3 hingga 5 persen saja.

2. Harga rumah yang melambung

Berbeda dengan peningkatan gaji yang kurang signifikan, harga properti khususnya di daerah perkotaan tetap melambung meski dalam perekonomian domestik yang ‘lesu’. Sebuah studi di perusahaan properti swasta, mengatakan bahwa dalam setahun terjadi pertumbuhan harga properti sebesar 7 hingga 10 persen. Dengan meningkatnya harga properti dari tahun ke tahun membuat generasi milenial urung untuk membeli rumah.

3. Gaya hidup generasi milenial

Gaya hidup generasi milenial sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. Jika generasi sebelumnya memilih untuk memprioritaskan kebutuhan primer seperti sandang, pangan, dan papan, generasi milenial lebih memprioritaskan pembelian mobil, barang elektronik, dan pembayaran cicilan lainnya.

Selain itu, gaya hidup generasi milenial dikenal boros dan konsumtif. Biasanya lebih mementingkan traveling dibanding menabung. Hal ini membuat para milenial merasa ‘tidak punya uang’ untuk membayar down payment (DP) yang ditawarkan oleh developer properti.

4. Kepercayaan bank

Mengajukan KPA atau KPR saat membeli hunian memang tidaklah mudah. Bank tidak akan begitu saja menyetujui pengajuan kredit Anda. Tentu akan ada proses survey yang malah akan membuat pengajuan kredit Anda ditolak. Terutama bagi Anda yang baru saja bekerja dan masih memiliki cicilan utang yang terkait dengan bank.

Generasi milenial perlu melakukan perubahan, khususnya dalam faktor internal, untuk dapat membeli rumah sendiri. Salah satu ahli properti di Indonesia mengatakan bahwa bukannya tidak mungkin bagi generasi milenial untuk membeli hunian. Namun generasi milenial perlu melakukan perubahan gaya hidup agar keinginannya terwujud.

Simak tips berikut agar dapat membeli rumah pertama Anda!

Mengubah gaya hidup

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mengubah gaya hidup. Anda bisa saja menunda rencana traveling demi menabung DP hunian. Selain itu, prioritaskan membeli rumah sebelum membeli kebutuhan lainnya seperti mobil atau gadget terbaru.

Generasi milenial seringkali belum bisa membedakan kebutuhan dan keinginan. Hal ini yang membuat generasi ini mengalami kesulitan finansial saat benar-benar membutuhkan uang untuk hal yang penting, contohnya hunian.

Beli hunian yang affordable

Tidak semua harga hunian itu mahal. Jika di Jakarta harga properti bisa dibandrol dengan harga selangit, Anda bisa memilih lokasi lain yang tidak kalah menarik. Solusinya, pilihlah lokasi dipinggir kota sehingga Anda masih memiliki akses yang mudah. Anda juga dapat memiliki hunian nyaman yang hijau dan jauh dari kebisingan kota.

Lokasi di pinggir kota bisa membuat harga hunian jauh lebih murah dibandingkan di tengah kota. Di Jakarta, harga hunian rata-rata berkisar 1 milliar, di mana harga ini cukup fantastis khususnya bagi generasi milenial berpenghasilan 7 juta per bulan.

Jika Anda bekerja di Ibukota, pilihlah hunian di daerah penyangga Jakarta. Di sini Anda bisa mendapat hunian dengan kisaran 300 hingga 500 jutaan, salah satunya apartemen di Bogor, Olympic Residence Sentul. Harga ini bisa dibilang affordable untuk pasangan baru atau generasi milenial yang ingin membeli hunian pertama.

Itulah hal-hal yang membuat generasi milenial sulit untuk memiliki rumah dan juga bagaimana cara mengatasinya. Dibandingkan menghabiskan uang untuk traveling atau bersenang-senang sementara, bukankah lebih baik untuk menabung DP hunian? Yuk ubah gaya hidup Anda demi hunian pertama Anda!

Related Posts:

Pentingnya Manfaat Edukasi Properti untuk Generasi Millenial

Pentingnya Manfaat Edukasi Pro...

Saat ini masih banyak orang yang belum memahami pentingnya edukasi properti, khususnya bagi generasi milenial. Generasi milenial adalah sebuah ist...

Generasi Milenial Sulit Menabung? Ini Alasannya

Generasi Milenial Sulit Menabu...

Generasi milenial lahir di zaman yang terbilang “canggih”. Dengan tersedianya internet, tv berwarna, gadget, dan teknologi canggih lai...