facebook pixel

Detail Article

Do & Don'ts: 6 Tips Cerdas Sebelum Memulai Investasi Properti

do and donts investasi di apartemen

Mungkin banyak orang yang bertanya “Mengapa harus investasi?”. Jawabannya adalah memiliki cukup uang saat Anda tidak bisa lagi bekerja. Ya, bagaimanapun kita harus mengumpulkan cukup banyak uang untuk mengimbangi inflasi dan pajak yang mengikis tabungan kita. Maka dari itu, investasi properti adalah solusi yang sangat tepat.

Sebenarnya, investasi properti memiliki daya tarik tersendiri yaitu meskipun ekonomi dalam keadaan buruk, berinvestasi di sektor ini akan lebih baik dari pada saham. Apalagi jika Anda memilih properti berupa hunian. Pasalnya, sumber utama dari pembangunan properti ini adalah tanah yang harganya naik setiap tahun.

Semua orang membutuhkan tempat untuk tinggal, bekerja, berbelanja dan bermain. Jadi, properti sebenarnya hanya masalah penawaran dan permintaan. Berikut adalah beberapa tips dos & don’ts bagi Anda yang akan memulai investasi properti.

1. Do: Rencanakan Tujuan Investasi

Sebelum memulai investasi properti, sebaiknya tentukan dulu apa yang diharapkan dari Investasi Anda. Ini artinya, Anda harus meluangkan waktu untuk memahami tujuan Anda dan pastikan investasi properti ini adalah langkah untuk mencapainya. Jika tidak tahu bagaimana cara membuat tujuan keuangan, bertemu dengan penasihat keuangan adalah langkah awal yang baik.

2. Don’t: Belanjakan Uang Untuk Buku dan Seminar, Lalu Tidak Mengetahuinya Lebih Lanjut.

Pastikan Anda mempelajari banyak hal mendasar sebelum terjun ke dunia investasi properti ini, misalnya memahami istilah dalam properti. Jadi, jangan sampai "membeli dan mengumpulkan" informasi begitu saja. Sekali lagi, memiliki tujuan investasi akan membuat prosesnya jauh lebih mudah.

3. Do: Lihat Banyak Properti

Saat memulai investasi properti, jangan langsung mengambil properti yang “terlihat bagus” tanpa melihat apa yang sebenarnya ada di luar sana. Dengan kata lain, tidak mengetahui lebih dalam tentang properti tersebut. Ingat! Jika Anda tidak akan tinggal di sana, jangan membuat keputusan berdasarkan preferensi pribadi. Pastikan Anda teliti dalam memilih properti.

4. Don’t: Menunda Program Investasi

Banyak investor pemula yang berpikir "A better deal maybe just around the corner". Dengan kata lain, akan memulai investasi properti saat menemukan kesepakatan yang sempurna. Jelas, ini bisa menjadi bumerang! Dan Anda berpotensi banyak tergelincir hanya karena bertahan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik.

5. Do: Analisa Keuangan Menyeluruh

Hal yang satu ini memang sangat penting! Sebelum menentukan properti mana yang paling pas, sebaiknya lakukan analisa keuangan terlebih dahulu. Jangan pernah membeli properti dengan harga lebih tinggi dari harga hasil analisa. Berhati-hatilah terhadap penjual yang memasang harga tinggi berdasarkan data pro-forma (perkiraan). Meskipun Anda dapat menggunakan pro-forma sebagai bahan pertimbangan, pastikan Anda tahu angka sebenarnya pada properti tersebut.

Berikut beberapa hal penting yang wajib diketahui saat memulai investasi properti:

  1. Laba bersih (pendapatan / beban)
  2. Return on investment (arus kas / investasi)
  3. Cap rate (pendapatan bersih / harga properti)
  4. Total ROI (total return / investment)

Dalam setiap kasus, "investasi" mengacu pada berapa banyak investasi Anda pada properti tersebut. "Pembiayaan hutang" mengacu pada pinjaman yang mungkin harus Anda keluarkan untuk membeli properti. Dan "total return" mengacu pada arus kas, ekuitas (misalnya, ekuitas diperoleh dari penyewa yang membayar uang sewa) dan pajak.

Setelah memahami angka-angka ini, Anda harus memiliki cukup informasi untuk menentukan apakah properti tersebut sesuai dengan tujuan keuangan atau tidak.

6. Don’t: Membeli Properti Dari Pemilik yang Tidak Ingin Jual

Jika pemilik tidak termotivasi untuk menjual, Anda tidak mungkin mendapatkan harga yang paling sesuai dengan keinginan. Jadi, bagaimana cara mengetahui pemilik tersebut termotivasi? Lihatlah dari harga yang diminta.

Misalnya, jika properti tersebut telah dipasarkan setahun dengan harga Rp 500 juta dengan sedikit pengurangan harga, pemilik jelas tidak terlalu termotivasi untuk menjual properti. Namun, jika properti yang sama telah dipasarkan selama setahun dan harganya turun, pemilik kemungkinan besar akan melakukan apa pun untuk menjual properti tersebut.

Jadi, apa lagi yang Anda tunggu? Jika tertarik untuk tetap berada di depan pajak dan inflasi sambil membangun keamanan untuk masa depan, ya investasi properti solusinya!

Related Posts:

6 Alasan Memilih OLYMPIC RESIDENCE Untuk Investasi Apartemen di Bogor

6 Alasan Memilih OLYMPIC RESID...

Dunia properti memang seakan tidak ada matinya. Hampir setiap tahun selalu ada developer yang mengembangkan properti, baik itu berupa perumahan, apartemen, kondominium, ruko, dan lainnya. Bahkan pembangunan properti ini sudah ...

Syarat Membeli Apartemen Untuk WNA

Syarat Membeli Apartemen Untuk...

Pembangunan properti di Indonesia semakin berkembang pesat, terutama hunian berupa apartemen. Para investor tentu tak menutup mata melihat kesempatan emas ini. Mereka menilai investasi di sektor properti paling menguntungkan k...

Bingung Mulai Investasi Properti? Pilih Apartemen atau Rumah Ya?

Bingung Mulai Investasi Proper...

"Apartemen atau rumah tapak, mana sih yang lebih menguntungkan? Lalu apa saja kelebihan dan kekurangannya jika saya investasi pada properti tersebut?". Banyak sekali orang yang bertanya mengenai hal tersebut, terlebi...

Sebelum Jadi Investor, Pahami 13 Istilah Dalam Properti Ini!

Sebelum Jadi Investor, Pahami ...

Semakin maraknya pembangunan properti di Indonesia, semakin banyak juga orang tertarik menjadi investor properti. Hal ini didorong oleh sejumlah pemberitaan tentang besarnya keuntungan yang bisa didapat. Memang investasi prope...

whatsapp phone sms telegram